Jauh sebelum adanya teknologi komputer, sistem informasi manajemen
(SIM) telah digunakan oleh para pemimpin organisasi atau perusahaan dalam upaya
pengambilan keputusan. Namun demikian proses pengambilan keputusan yang
dilakukan saat itu sangat sederhana, segala sesuatunya masih berjalan secara
manual karena semua data masih tersimpan dalam lembaran-lembaran arsip yang
bermacam-macam. Dimana apabila pemimpin membutuhkan berbagai informasi pada
arsip-arsip tersebut untuk digunakan sebagai pengambilan keputusan maka
sangatlah sulit untuk mencarinya. Penyimpanan arsip-arsip tersebut sangat tidak
efektif maka untuk mencarinya pun membutuhkan waktu yang lama. Selain itu
kemungkinan dari ketidakefektifan cara penyimpanan tersebut membuat beberapa
arsip-arsip yang telah disimpan rusak atau tidak terawat. Proses pencarian saat
itu dimana teknologi komputer belum ditemukan. Dengan hadirnya teknologi
komputer pada zaman sekarang ini telah mengubah segalanya. Berbagai arsip dan
dokumen-dokumen yang tadinya disimpan secara manual, sekarang semuanya disimpan
secara digital. Semua dokumen yang disimpan secara digital merupakan
penyimpanan yang efektif dan efisien. Dimana semua arsip dan dokumen-dokumen
dapat tersimpan rapi dalam sistem komputer dan jika dibutuhkan dalam
pencariannya lebih mudah karena hanya dengan mencari nama file, arsip yang
dibutuhkan akan ditampilkan. Dengan kehadiran komputer sebagai fasilitas atau
wadah yang efektif dapat mempermudah proses dalam sistem informasi manajemen,
prinsip kerja dan basis dari sim itu sendiri adalah ilmu manajemen, karena
memang SIM itu lahir dari manajemen.
Salah satu fungsi manajemen adalah perencanaan. Dalam proses
perencanaan pihak manajemen berusaha memikirkan apa saja yang akan dikerjakan,
siapa yang akan melaksanakan dan mengendalikannya sehingga semua itu akan
menjadi suatu keputusan untuk masa yang akan datang agar tujuan organisasi atau
perusahaan dapat tercapai sesuai denga keinginan. Dalam kerangka itu semua,
diperlukan berbagai informasi yang relevan dengan proses perencanaan. Alat
untuk menyediakan informasi tersebut dapat berupa sebuah SIM atau beberapa
usaha khusus seperti pengumpulan data beik internal maupun eksternal, yang
nantinya dapat menghasilkan informasi. Jadi, informasi adalah bahan dasar bagi
pemimpin organisasi atau perusahaan dalam membuat rencana, merumuskan kegiatau
maupun mengambil keputusan.
Sistem Informasi Manajemen berbasis komputer mengandung arti bahwa
komputer memainkan peranan penting dalam sistem informasi manajemen.
Manajemen
Ilmu Manajemen merupakan satu cabang ilmu yang saat ini sangat
berkembang pesat. Ilmu ini telah melekukan intervensi keberbagai bidang ilmu
lain atau telah menggandeng ilmu lain dalam pengembangannya. Dalam manajemen
kita mengenal berbagai manajemen diantaranya manajemen sumber daya manusia,
manajemen perbankan, manajemen industri, manajemen pemasaran, manajemen
keuangan, manajemen sistem informasi dan sebagainya. Secara umum pengertian
manajemen adalah pengendalian dan pemanfaatan semua sumber daya dan faktor
untuk mencapai tujuan tertentu yang sudah diplanning dengan mempergunakan
kegiatan orang lain.
Komputer
Komputer berasal dari bahasa latin computare yang mengandung arti
menghitung. Pada dasarnya sebuah komputer adalah alat yang mengolah
simbol-simbol baik yang berupa angka, kode huruf, maupun kombinasinya.
Simbol-simbol dimasukkan oleh manusia ke dalam komputer sebagai alat input yang
kemudian inputan tersebut terjadi proses transformasi yang dimana inputan
tersebut diolah dangan cara tertentu untuk menghasilkan informasi atau output.
Sistem komputer merupakan kombinasi dari komponen-komponen perangkat keras
(hardware), perangkat lunak (software), komunikasi, sumber daya (manusia dan
informasi) dan prosedur-prosedur pemrosesan. Kelima komponen tersebut tidak
dapat berdiri sendiri dan bekerja sendiri.
Sistem Infomasi Manajemen
SIM merupakan suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan
informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan serupa. Output informasi oleh
manajer maupun non manager dalam perusahaan untuk membuat keputusan dalam
memecahkan masalah.
Secara prinsip, komputer dan perangkat keras (hardware) lain
hanyalah merupakan sebuah sumber daya fisik yang tidak dapat berfungsi tanpa
ada manusia yang memberikan instruksi. Dalam hal ini, manusia membuat sebuah
teknologi bernama perangkat lunak (software) yang pada dasarnya berisi suatu
urutan instruksi untuk ”menggerakkan” berbagai komponen perangkat keras secara
operasional. Dalam perkembangannya, software (perangkat lunak) dapat dibagi
menjadi dua jenis besar, yaitu: Software yang berisi perintah-perintah atau
seperangkat instruksi untuk mengoperasikan berbagai komponen hardware disebut
sebagai System Software; dan Software yang berisi perintah-perintah untuk
menjalankan suatu prosedur tertentu yang merepresentasikan proses, aktivitas,
atau fungsi bisnis tertentu yang disebut sebagai Application Software. Semenjak
diperkenalkannya setengah abad yang lalu, komputer kerap didefinisikan sebagai
”alat pengolah data”. Hingga saat ini pun pengertian tersebut masih cukup
relevan untuk dipergunakan secara umum. Dengan menggunakan prinsip (Input – Proses
– Output), pengguna atau seseorang mengharapkan agar komputer dapat
menghasilkan output tertentu dari berbagai input yang diberikan setelah
dilakukannya proses atau pengelolaan. Jika dahulu bentuk pemrosesan hanya
terbatas pada hal-hal semacam kalkulasi kuantitatif belaka, dalam
perkembangannya sekarang ini sebuah sistem komputer sudah dapat berfungsi
sebagai alat bantu berbagai aktivitas kehidupan manusia, seperti: proses
belajar, proses komunikasi, proses perdagangan, dan lain sebagainya. Komputer
menerima instruksi dari manusia untuk melakukan sejumlah pemrosesan data yang
hasilnya akan dipresentasikan kepada yang bersangkutan. Untuk mengerti cara
kerja komputer, perlu dipahami terlebih dahulu arsitektur dari perangkat keras
ini. Sebuah komputer standar dapat bekerja secara normal jika memiliki lima
buah komponen sebagai berikut:
1.
Input yang berfungsi
untuk memberikan perintah kepada komputer dalam berbagai bentuk.
Contoh dari alat input adalah papan ketik
(keyboard), mouse, scanner, joystick, dan lain sebagainya;
2.
Alat output yang
berfungsi untuk mempresentasikan hasil permrosesan data atau hal-hal yang
diinginkan. Termasuk di dalamnya adalah layar monitor, priter, plotter, dan
lain sebagainya;
3.
CPU atau Central
Processing Unit yang merupakan pusat pengolahan dan kalkulasi data karena di
sinilah terletak chip mikroprosesor yang merupakan otak dan pusat syaraf
komputer;
4.
Memori utama (primary
memory) adalah sebuah modul di dalam komputer tempat program dan instruksi
aturan-aturan pengoperasian komputer (sistem operasi) disimpan sementara
(sebagian bersifat permanen). Ada dua jenis memori utama di dalam komputer,
yaitu ROM (Read Only Memory) yang penyimpanannya bersifat permanen dan RAM
(Random Access Memory) yang penyimpanannya bersifat sementara; dan
Media penyimpan atau memori sekunder (secondary memory) yang sifatnya semi permanen maupun permanen untuk meletakkan data dan/atau program yang dibutuhkan oleh pengguna. Termasuk di dalam contoh media penyimpan internal adalah harddisk dan media penyimpan eksternal adalah diskette, compact disc (CD-ROM), zip disk, jaz disk, dan lain sebagainya.
Media penyimpan atau memori sekunder (secondary memory) yang sifatnya semi permanen maupun permanen untuk meletakkan data dan/atau program yang dibutuhkan oleh pengguna. Termasuk di dalam contoh media penyimpan internal adalah harddisk dan media penyimpan eksternal adalah diskette, compact disc (CD-ROM), zip disk, jaz disk, dan lain sebagainya.
Tugas Manajer dalam
perusahaan dan hubungannya dengan Teknologi Informasi.
Secara garis besar, sehubungan dengan teknologi informasi, SDM di
perusahaan dapat dibagi menjadi dua kelompok besar. Kelompok pertama adalah
kumpulan dari mereka yang merupakan para pengguna (user) teknologi informasi
yang dimiliki. Termasuk di dalam kelompok ini seluruh jenjang SDM dari staf
sampai dengan pimpinan puncak. Seluruh SDM ini dalam kesehariannya terlibat
langsung dalam penggunaan teknologi informasi sebagai sarana penunjang dan
pendukung aktivitas pekerjaan mereka sehari-hari. Kelompok kedua adalah mereka
yang bertanggung jawab terhadap perencanaan dan pengembangan teknologi
informasi di perusahaan. Tugas utama dari mereka yang berada di dalam kelompok
ini adalah:
1.
Menyusun perencanaan
strategis (masterplan) mengenai pengembangan sistem dan teknologi informasi
perusahaan, lengkap dengan cetak birunya (blue print);
2.
Mendefinisikan secara
detail kebutuhan sistem informasi perusahaan, terutama kebutuhan spesifik dari
masing-masing individu yang ada;
3.
Menyediakan teknologi
informasi yang sesuai dengan kebutuhan detail yang telah didefinisikan
tersebut;
4.
Memelihara dan mengembangkan
teknologi informasi yang dimiliki perusahaan agar selalu up-to-date dan dapat
dipergunakan oleh seluruh SDM perusahaan;
5.
Mengelola hubungan
kemitraan dengan pihak-pihak di luar perusahaan (vendor) yang bekerja sama
dalam hal pengembangan teknologi; dan
6.
Memonitor dan mengawasi
berbagai hal terkait dengan manajemen atau proses pengelolaan aset teknologi
informasi. Untuk menjalankan serangkaian tugas tersebut, biasanya dikenal
berbagai jabatan profesional, seperti: chief executive officer, information
technology manager, system analyst, programmer, project manager, dan lain
sebagainya –yang masing-masing memiliki kompetensi dan keahlian khusus
sehubungan dengan teknologi informasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar